Setelah membahas tentang apa itu Social Engineering pada postingan sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang jenis serangan atau ancaman keamanan komputer. Dalam hal ini saya akan membahas jenis Serangan Interruption khususnya pada Smurf Attack.
Apa Itu DoS?
Denial Of Service atau
sering disingkat dengan DOS adalah salah satu bentuk serangan dalam dunia
networking yang bertujuan mematikan pelayanan dari komputer atau jaringan
komputer yang diserang. Serangan DOS ini pada dasarnya sulit di deteksi,
kecuali jika sang penyerang menggunakan dengan alamat IP yang sama secara
berulang-ulang. Sedangkan DDOS adalah Distributed Denial Of Service adalah
hampir sama dengan DOS hanya saja penyereng menggunakan lebih dari satu
provider sehingga serangannya lebih besar. Tapi, untuk saat ini, serangan DOS
sudah bisa di atasi oleh provider-provider besar dengan cara terus meng-upgrade
patch-patch yang bolong dan juga menambah bandwidth mereka.
Ada beberapa tipe
serangan DOS yang pernah ada, salah satunya Smurf Attack :
Smurf
Attack, merupakan salah satu jenis serangan Denial of
Service yang mengeksploitasi protokol Internet Control Message Protocol
(ICMP).
Smurf attack adalah sebuah serangan yang dibangun
dengan menggunakan pemalsuan terhadap paket-paket ICMP echo request,
yakni sebuah jenis paket yang digunakan oleh utilitas troubleshooting jaringan,
PING. Si penyerang akan
memulai serangan dengan membuat paket-paket "ICMP echo request" dengan alamat IP sumber berisi alamat IP
host target yang akan diserang
(berarti alamat telah dipalsukan atau telah terjadi address spoofing). Paket-paket tersebut pun akan dikirimkan
secara broadcast ke jaringan di mana komputer target berada, dan host-host lainnya
yang menerima paket yang bersangkutan akan mengirimkan balasan dari "ICMP echo request" ("ICMP echo reply") kepada
komputer target, seolah-olah komputer target merupakan komputer yang
mengirimkan ICMP echo request
tersebut. Semakin banyak komputer yang terdapat di dalam jaringan yang sama
dengan target, maka semakin banyak pula ICMP
echo reply yang dikirimkan kepada target, sehingga akan membanjiri
sumber daya komputer target, dan mengakibatkan kondisi penolakan layanan (Denial of
Service) yang menjadikan para pengguna tidak dapat mengakses layanan
yang terdapat di dalam komputer yang diserang. Beberapa sistem bahkan mengalami
crash atau hang, dan lagi, banjir yang berisi paket-paket "ICMP echo request/reply" akan
membuat kongesti (kemacetan) jaringan yang dapat memengaruhi komputer lainnya.
Karenanya, serangan ini seringnya dilancarkan
kepada sebuah sistem atau jaringan yang dimiliki oleh penyedia jasa Internet (Internet Service Provider/ISP), sehingga
dapat menyebabkan masalah terhadap kinerja jaringan dan tentu saja menolak
akses dari klien. Smurf attack pertama kali muncul pada tahun 1997 dan mencuat saat
server web Yahoo!
mengalaminya (diserang sebagai target), dan selama tiga jam, server Yahoo! pun
tidak dapat digunakan. Selain server pusat jaringan, web server, dan server
ISP, beberapa target lainnya yang sering diserang adalah Internet Relay Chat (IRC) Server.
Keuntungan dari serangan ini adalah si penyerang
tidak harus membuat banyak lalu lintas data untuk melakukan penyerangan (dengan
demikian, tidak membutuhkan komputer dengan kekuatan yang tinggi), karena
memang si penyerang mengirimkan paket ICMP
echo request secara broadcast
kepada komputer-komputer yang "bertetanggaan" dengan komputer target.
Meski paket ICMP echo request
yang dikirimkan hanya satu, hal ini dapat menjadi masalah besar jika memang
jaringan tersebut sangat besar (memiliki banyak host).
Selain Smurf
Attack, ada juga serangan yang menggunakan metode serupa, yang disebut
sebagai Fraggle Attack, dengan satu perbedaan yakni paket yang
dikirimkan oleh penyerang. Jika dalam Smurf
Attack, si penyerang mengirimkan paket ICMP, maka dalam Fraggle Attack, si penyerang akan
mengirimkan paket protokol User Datagram Protocol (UDP).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar